- Back to Home »
- Hadits , Islam , Ramadhan »
- Hadits-hadits Shahih seputar Bulan Ramadhan
Posted by : Unknown
Tuesday, July 9, 2013
Assalamu'alaikum warahmatuLlahi wabarakatuh
Bismillah,
AlhamduliLlah setelah beberapa lama vakum dari blogging, kini kami akan membagikan kepada para pengunjung blog ini suatu artikel berjudul Hadits-hadits Shahih seputar Bulan Ramadhan.
Harapan kami adalah semoga setelah membaca artikel berikut diharapkan dapat memberi semangat para pembaca dalam beribadah dan beramal shalih di Bulan Ramadhan.
Berikut akan kami ketengahkan beberapa hadits-hadits shahih dan hasan seputar bulan dan puasa Ramadhan yang kami kutip dari berbagai sumber kitab hadits.
Bismillah,
AlhamduliLlah setelah beberapa lama vakum dari blogging, kini kami akan membagikan kepada para pengunjung blog ini suatu artikel berjudul Hadits-hadits Shahih seputar Bulan Ramadhan.
Harapan kami adalah semoga setelah membaca artikel berikut diharapkan dapat memberi semangat para pembaca dalam beribadah dan beramal shalih di Bulan Ramadhan.
Berikut akan kami ketengahkan beberapa hadits-hadits shahih dan hasan seputar bulan dan puasa Ramadhan yang kami kutip dari berbagai sumber kitab hadits.
1)
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ
أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ
وَهُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِي سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ
أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ
Telah menceritakan kepada kami Yahyaa bin
Ayyuub, Qutaibah dan Ibnu Hujr, mereka berkata, telah menceritakan
kepada kami Ismaa’iil -dia adalah Ibnu Ja’far-, dari Abu Suhail, dari
Ayahnya, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
bahwa Rasulullah
Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika telah datang bulan
Ramadhan maka pintu-pintu surga akan dibuka, pintu-pintu neraka akan
ditutup dan setan-setan akan dibelenggu dengan rantai.”
[Shahiih Muslim no. 1080; Shahiih Al-Bukhaariy no. 1898]
2)
حَدَّثَنَا أَبُو بَدْرٍ عَبَّادُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِلَالٍ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ الْقَطَّانُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
دَخَلَ رَمَضَانُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ وَلَا يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلَّا مَحْرُومٌ
Telah menceritakan kepada kami Abu Badr
‘Abbaad bin Al-Waliid, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin
Bilaal, telah menceritakan kepada kami ‘Imraan Al-Qaththaan, dari
Qataadah, dari Anas bin Maalik, ia berkata,
ketika memasuki bulan
Ramadhan maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sesungguhnya bulan ini sungguh telah hadir pada kalian, dan didalamnya
terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa
yang terhalang (mendapat kebaikannya) maka sungguh ia telah terhalang
dari kebaikan, dan tidaklah dihalangi kebaikannya kecuali bagi yang
terhalang (dari kebaikan).”
[Sunan Ibnu Maajah no. 1644] –
Sanadnya hasan. Dihasankan Syaikh Al-Albaaniy dalam Shahiih At-Targhiib no. 1000, beliau berkata “hasan shahih”.
3)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ
اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَفِظْنَاهُ وَإِنَّمَا حَفِظَ مِنَ
الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ
صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ
ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ
لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Telah menceritakan kepada kami ‘Aliy bin
‘Abdillaah, telah menceritakan kepada kami Sufyaan, ia berkata, kami
telah menghafalnya dan sungguh ia berasal dari Az-Zuhriy, dari Abu
Salamah, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
dari Nabi Shallallaahu
‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan
keimanan (kepada Allah) dan mengharap pahala maka akan diampuni
dosa-dosanya yang terdahulu, dan barangsiapa yang menegakkan Lailatul
Qadr dengan keimanan (kepada Allah) dan mengharap pahala maka akan
diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.”
[Shahiih Al-Bukhaariy no. 2014; Shahiih Muslim no. 761]
4)
حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ
وَهَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الْأَيْلِيُّ قَالَا أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ
عَنْ أَبِي صَخْرٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ إِسْحَقَ مَوْلَى زَائِدَةَ حَدَّثَهُ
عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ
يَقُولُ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ
وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ
الْكَبَائِرَ
Telah menceritakan kepadaku Abu
Ath-Thaahir dan Haaruun bin Sa’iid Al-Ailiy, keduanya berkata, telah
mengkhabarkan kepada kami Ibnu Wahb, dari Abu Shakhr, bahwasanya ‘Umar
bin Ishaq maulaa Zaa’idah telah menceritakan kepadanya, dari Ayahnya,
dari
Abu Hurairah,
bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah
bersabda, “Shalat lima waktu, shalat Jum’at hingga ke Jum’at
berikutnya, dan puasa Ramadhan hingga ke Ramadhan berikutnya, adalah
kaffarat (penebus dosa) apa yang ada diantara keduanya selama
ia
menghindari dosa-dosa besar.”
[Shahiih Muslim no. 236]
5)
حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي
إِيَاسٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ الْمَقْبُرِيُّ
عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ
لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ
فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Telah menceritakan kepada kami Aadam bin
Abu Iyaas, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Dzi’b, telah
menceritakan kepada kami Sa’iid Al-Maqburiy, dari Ayahnya, dari Abu
Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi
wasallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak menahan perkataan keji dan
perbuatan buruk didalamnya, maka Allah tidak butuh (orang itu) menahan
makan dan minumnya.”
[Shahiih Al-Bukhaariy no. 1903; Sunan Abu Daawud no. 2362]
6)
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ رَافِعٍ
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ
عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رُبَّ
صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَرُبَّ قَائِمٍ
لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ
Telah menceritakan kepada kami ‘Amr bin
Raafi’, telah menceritakan kepada kami ‘Abdullaah bin Al-Mubaarak, dari
Usaamah bin Zaid, dari Sa’iid Al-Maqburiy, dari Abu Hurairah, ia
berkata,
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Berapa
banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya
selain rasa lapar, dan berapa banyak orang yang shalat malam namun
tidak mendapatkan apa-apa dari shalat malamnya selain menahan kantuk.”
[Sunan Ibnu Maajah no. 1690] –
Sanadnya hasan. Syaikh Al-Albaaniy berkata “hasan shahih” dalam Shahiih Ibnu Maajah no. 1380.
7)
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا
عَبْدُ الرَّحِيمِ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ
عَطَاءٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ
فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ
مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Telah menceritakan kepada kami Hannaad,
telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahiim, dari ‘Abdul Malik bin Abu
Sulaimaan, dari ‘Athaa’, dari Zaid bin Khaalid Al-Juhaniy, ia berkata,
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang
memberi makan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya
pahala yang semisal (orang yang berpuasa) dengan tanpa mengurangi pahala
orang yang berpuasa sedikitpun.”
[Jaami' At-Tirmidziy no. 807] –
Sanadnya hasan. Dishahihkan Syaikh Al-Albaaniy dalam Shahiih At-Targhiib no. 1078.
8)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ
حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ
سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ الْبُنَانِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ
مَالِكٍ يَقُولُ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ
عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ
فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin
Hanbal, telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrazzaaq, telah menceritakan
kepada kami Ja’far bin Sulaimaan, telah menceritakan kepada kami
Tsaabit Al-Bunaaniy bahwa ia mendengar Anas bin Maalik mengatakan,
“Dahulu Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam berbuka puasa dengan
beberapa butir kurma muda (ruthb atau kurma basah) sebelum melakukan
shalat (Maghrib). Jika beliau tidak menemukan beberapa kurma muda maka
beliau berbuka dengan beberapa butir kurma matang (tamr atau kurma
kering). Jika beliau tidak menemukannya, maka beliau berbuka dengan
beberapa teguk air.”
[Sunan Abu Daawud no. 2356] –
Sanadnya hasan. Dihasankan Syaikh Al-Albaaniy dalam Silsilatu Ash-Shahiihah no. 2840.
9)
حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمٍ عَنْ
سَهْلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ
فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ
الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ
يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ
غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ
Telah menceritakan kepada kami Khaalid
bin Makhlad, telah menceritakan kepada kami Sulaimaan bin Bilaal, ia
berkata, telah menceritakan kepadaku Abu Haazim, dari Sahl radhiyallahu
‘anhu,
dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,
“Sesungguhnya didalam surga ada sebuah pintu yang dinamakan Ar-Rayyaan
yang pada hari kiamat akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa dan
tidak akan dimasuki oleh satu orang pun selain mereka. Dikatakan,
mana
orang-orang yang berpuasa? Maka mereka berdiri dan tidaklah ada seorang
pun yang memasuki pintu tersebut selain mereka. Jika mereka telah masuk
maka pintu akan ditutup sehingga tidak ada seorang pun yang bisa
memasukinya lagi.”
[Shahiih Al-Bukhaariy no. 1896; Shahiih Muslim no. 1154]
10)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ
وَابْنُ أَبِي عُمَرَ كِلَاهُمَا عَنْ ابْنِ عُيَيْنَةَ قَالَ ابْنُ
حَاتِمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَبْدَةَ وَعَاصِمِ
بْنِ أَبِي النَّجُودِ سَمِعَا زِرَّ بْنَ حُبَيْشٍ يَقُولُا
سَأَلْتُ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقُلْتُ
إِنَّ أَخَاكَ ابْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ مَنْ يَقُمْ الْحَوْلَ يُصِبْ
لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَقَالَ رَحِمَهُ اللَّهُ أَرَادَ أَنْ لَا يَتَّكِلَ
النَّاسُ أَمَا إِنَّهُ قَدْ عَلِمَ أَنَّهَا فِي رَمَضَانَ وَأَنَّهَا فِي
الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ وَأَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ ثُمَّ
حَلَفَ لَا يَسْتَثْنِي أَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ فَقُلْتُ
بِأَيِّ شَيْءٍ تَقُولُ ذَلِكَ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ قَالَ بِالْعَلَامَةِ
أَوْ بِالْآيَةِ الَّتِي أَخْبَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا تَطْلُعُ يَوْمَئِذٍ لَا شُعَاعَ لَهَا
Telah menceritakan kepada kami Muhammad
bin Haatim dan Ibnu Abu ‘Umar, keduanya dari Ibnu ‘Uyainah, Ibnu Haatim
berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyaan bin ‘Uyainah, dari
‘Abdah dan ‘Aashim bin Abu An-Nujuud,
keduanya mendengar Zirr bin
Hubaisy berkata,
aku bertanya kepada Ubay bin Ka’b radhiyallahu ‘anhu,
“Sesungguhnya saudaramu, Ibnu Mas’uud mengatakan bahwa barangsiapa yang
shalat malam selama setahun penuh maka ia akan memperoleh Lailatul
Qadr.” ‘Ubay berkata, “Semoga Allah merahmatinya! Ia menginginkan agar
manusia bertawakkal sedangkan ia benar-benar telah mengetahui bahwasanya
Lailatul Qadr ada pada bulan Ramadhan, pada sepuluh hari terakhirnya di
malam kedua puluh tujuh.” Kemudian ‘Ubay bersumpah bahwasanya ia
(Lailatul Qadr) ada pada malam kedua puluh tujuh. Aku (Zirr) bertanya,
“Dengan apakah kau mengatakan itu wahai Abul Mundzir?” ‘Ubay menjawab,
“Dengan tanda-tanda yang telah dikhabarkan Rasulullah Shallallaahu
‘alaihi wasallam kepada kami bahwa pada hari itu matahari terbit dengan
sinarnya yang tidak menyengat.”
[Shahiih Muslim no. 1171]
Selain hadits-hadits diatas, masih banyak
lagi hadits-hadits shahih atau hasan lainnya yang karena keterbatasan
tempat dan waktu, maka kami tidak bisa mengutipnya. Oleh karena itu kami
mencukupkan diri dengan hadits-hadits diatas dan bahwasanya mereka
adalah hadits-hadits yang umum dikutip oleh kaum muslimin dan dijadikan
rujukan.
Kami mengucap AlhamduliLlah dan kami memohon ampun kepada Allah
Ta’ala jika terdapat kekurangan dan kesalahan. Yang benar datangnya
dari Allah Ta'ala, yang salah murni karena kesalahan kami.
Taqabballaahu minna wa minkum, shiyaamanaa wa shiyaamakum.
Allaahu a’lam.
Allaahu a’lam.
Wassalamu'alaikum warahmatuLlahi wabarakatuh
Sumber Artikel : Hadits-Hadits Shahih Seputar Bulan dan Shaum Ramadhan
Sumber Gambar : microsoft.com

Post a Comment