- Back to Home »
- Hukum Mencontek Dalam Islam ?
Posted by : Unknown
Thursday, December 6, 2012
![]() |
| Ilustrasi |
MENCONTEK, MUBAH ATAU HARAM ??
Assalamu’alaikum Wa RahmatuLlah Wa Barakatuh
Saya yakin para pembaca sekalian tahu apa itu mencontek ? Dan paling tidak para pembaca pernah melakukannya walaupun hanya sekali.
Sekali ? Mana mungkin ?…
Mencontek adalah aktivitas menjiplak pekerjaan atau karya orang lain tanpa izin ataupun tanpa mencantumkan sumber. Jadi dari definisinya saja sudah kita ketahui, bahwa konotasinya adalah negatif. Lalu bagaimana jika kita terpaksa atau jika kita memang tidak bisa mengerjakannya sendiri. Sebelum itu mari kita simak pandangan Islam mengenai mencontek.
Hukum Mencontek
Mencontek itu berarti sama saja dengan berbohong. Ketika kita mencontek dan hasil dari contekan kita mendapat nilai yang baik, para guru dan orang tua memuji kita. Padahal kita tahu bahwa hasil itu kita dapatkan dengan jalan yang bathil, yaitu mencontek.
Coba para pembaca pikir, nilai baik itu bukan berasal dari kemampuan kita, tetapi dari kreatifitas kita dalam mencontek, mencuri – curi dalam kesempitan. Apakah yang demikian ini, tidak bisa disebut berbohong atau menipu ? Padahal Rasulullah ShalaLlahu 'alaih wa sallam sudah memperingatkan kita akan bahayanya berbohong.
Sabda Rosululloh صلى الله عليه وسلم :
عن
عبدالله قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم
عليكم بالصدق فإن الصدق يهدي إلى البر وإن البر يهدي إلى الجنة وما يزال
الرجل يصدق ويتحرى الصدق حتى يكتب عند
الله صديقا وإياكم والكذب فإن الكذب يهدي إلى الفجور وإن الفجور
يهدي إلى النار
وما يزال الرجل يكذب ويتحرى الكذب حتى يكتب عند الله كذابا
Artinya:
Dari Abdulloh dia berkata,
Rosululloh صلى الله
عليه وسلم bersabda: “Wajib atas kalian untuk jujur, sesungguhnya
kejujuran itu akan membimbing kalian menuju ke kebajikan, dan kebajikan akan
membimbing menuju surga, dan tidaklah seorang laki-laki itu jujur dan berusaha
untuk jujur maka dia akan dicatat di sisi Alloh sebagai siddiiq. Hati-hati
kalian dari bohong karena sesungguhnya bohong itu membimbing menuju kefajiran
dan kefajiran membimbing menuju ke neraka, dan tidaklah seseorang itu berbohong
dan berusaha untuk berbohong maka akan dicatat di sisi Alloh sebagai
pembohong”.
[HR. Muslim 105-(2607), At Tirmidzi
2099, Ibnu Majah 3981, Malik 3627, Ahmad 3710, Ibnu Hibban 509, Al Baihaqi
21338, dan lain-lain, Maktabah Asy Syamilah]
Dari hadits di atas sudah dijelaskan bahwa berbohong memang berdampak buruk, khususnya di masa – masa yang akan datang.
Bagaimana tidak sekali berbohong, maka seseorang akan menutupinya dengan kebohongan yang lain. Selain itu dari sebuah kebohongan kecil seperti menyonteklah lahir para koruptor – koruptor di negeri ini. Apa saudara ingin menjadikannya sebagai suri tauladan ?? NaudzubiLlahi min dzalik. Selain itu menyontek sama saja mencuri. Mencuri kesempatan dalam kesempitan tepatnya, yang bermuara kepada kejelekan.
Dari Abu Bakar ash-Shiddiq Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang suka menipu, orang kikir, dan orang yang tidak bertanggung jawab terhadap apa yang dimilikinya.” Riwayat Tirmidzi. Ia menjadikannya dua hadits dan dalam sanadnya ada kelemahan.
Apa saudara ingin tidak masuk surga
? Saya yakin pasti tidak. Satu hal lagi yang penting adalah menyontek berarti
sama saja melanggar aturan dari pemimpin kita, padahal Islam mengajarkan kita
untuk selalu mematuhi para pemimpin.
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Dari Nabi saw. beliau bersabda: Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku. (Shahih Muslim No.3417).
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Dari Nabi saw. beliau bersabda: Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku. (Shahih Muslim No.3417).
Kesimpulan
Jadi dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa menyontek hukumnya haram. Karena menyontek sama dengan mencuri, berbohong, menipu dan tidak mematuhi aturan pemimpin kita.
Sekarang jika saudara bertanya bagaimana
kalau kepepet atau tidak bisa ?.
Maka jawaban adalah pasrah pada Allah dan terus berusaha serta berdo’a. tetapi jika saudara tetap memaksa, maka boleh saudara melakukannya asal saudara mencantumkan dalam lembar jawaban daftar pustaka dari jawaban orang yang saudara contek, hihihi….. Jadi, tetap berpegang teguh pada kebenaran, maka Allah akan membimbing kita.
Wassalamu’alaikum Wa RahmatuLlah Wa Barakatuh.
sumber:
Maka jawaban adalah pasrah pada Allah dan terus berusaha serta berdo’a. tetapi jika saudara tetap memaksa, maka boleh saudara melakukannya asal saudara mencantumkan dalam lembar jawaban daftar pustaka dari jawaban orang yang saudara contek, hihihi….. Jadi, tetap berpegang teguh pada kebenaran, maka Allah akan membimbing kita.
Wassalamu’alaikum Wa RahmatuLlah Wa Barakatuh.
sumber:
1.
http://nizar6189.wordpress.com/2009/06/04/mencontek-mubah-atau-haram/
2. http://abukhodijah.wordpress.com/2009/10/24/bolehkah-berbohong/

Post a Comment